PDFPrintE-mail

8 Prinsip Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2008

Pondok Pesantren Modern Sahid menerapkan 8 prinsip Sistem  Manajemen Mutu ISO 9001 : 2008  yang disesuaikan dengan paradigma pesantren sebagai berikut :

  • Prinsip 1
    Customer Focus = Fokus pada santri
    Santri adalah fokus tarbiyah yang menjadi tujuan utama pesantren. Oleh karena itu, pesantren selalu mengidentifikasi kebutuhan santri, kemudian berusaha keras untuk memenuhi dan atau mengarahkannya.
  • Prinsip 2
    Leadership = Kepemimpinan
    Semua pimpinan harus memiliki komitmen yang kuat dalam penerapan sistem manajemen mutu. Mereka harus menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga semua jajaran melaksanakannya secara maksimal
  • Prinsip 3
    Involvement of People = Keterlibatan Ustadz
    Untuk mencapai hasil yang maksimal, sistem manajemen mutu harus dilaksanakan secara menyeluruh. Maka, semua ustadz dalam pesantren harus memahami sistem tersebut dan melaksanakannya dengan sungguh-sungguh.
  • Prinsip 4
    Procces Orientation = Pendekatan Proses
    Proses adalah urutan beberapa kegiatan untuk mengubah “input” menjadi “output” yang direncanakan. Proses harus dilaksanakan secara konsisten dan dikontrol secara terus menerus.
  • Prinsip 5
    System Approach to Management = Manajemen Berdasarkan Sistem
    Semua proses kegiatan pesantren diatur menjadi sebuah sistem. Dalam mengelola pesantren untuk mencapai visinya manajemen harus mengacu pada sistem tersebut, bukan berdasarkan kebijakan atau kharisma individu.
  • Prinsip 6
    Continuous Improvement = Peningkatan yang berkesinambungan
    Sistem harus selalu dievaluasi dan diperbaiki secara terus menerus sesuai dengan kebutuhan pesantren dan santri. Dengan demikian, pesantren akan tetap eksis dan berkembang di segala zaman.
  • Prinsip 7
    Factual Approach to Decision Making = Pendekatan Faktual untuk Pengambilan Keputusan
    Keputusan harus berdasarkan data dan fakta yang valid dan dianalisis dengan benar. Keputusan tidak boleh dipengaruhi kepentingan individu atau kelompok tertentu.
  • Prinsip 8
    Mutually Beneficial Supplier Relationship = Hubungan dengan Rekanan yang Saling Menguntungkan
    Pesantren tidak mungkin dapat berdiri sendiri. Oleh karena itu, harus dijalin hubungan dengan rekanan yang terkait atas dasar prinsip saling menguntungkan. Dengan demikian, semua proses tidak mengalami hambatan.

Video Pesantren Sahid

You need Flash player 6+ and JavaScript enabled to view this video.
Title: Pesantren Sahid_HUT 27-05-2012.flv (0:02:35)

Gallery

Kontak Kami